Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

BPBD Kalsel Kerahkan Satgas Darat dan Udara Padamkan 35 Titik Panas

cek disini

BPBD Kalsel Deteksi 35 Titik Panas, Satgas Darat dan Udara Gencar Padamkan Karhutla

Info Marabahan- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus bekerja keras menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali muncul di berbagai titik. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru pada Sabtu, 20 September 2025, terdeteksi sebanyak 35 titik panas di sejumlah wilayah. Demi memaksimalkan upaya pemadaman, BPBD Kalsel mengerahkan dua kekuatan sekaligus: Satgas darat dan Satgas udara dengan helikopter water bombing.

Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, mengungkapkan pada Minggu (21/9/2025), bahwa kondisi karhutla tahun ini relatif lebih terkendali dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Upaya penanganan karhutla terus kita lakukan, baik melalui Satgas darat maupun Satgas udara. Alhamdulillah, kondisi tahun ini lebih baik karena dukungan hujan di beberapa wilayah serta kesiapsiagaan seluruh tim,” ujarnya.

BPBD Kalsel Kerahkan Satgas Darat dan Udara Padamkan 35 Titik Panas
BPBD Kalsel Kerahkan Satgas Darat dan Udara Padamkan 35 Titik Panas

Baca Juga : Batola Tuntut RSUD Marabahan Segera Bayar Jasa Medis Tenaga Kesehatan

Pemantauan Satelit: Titik Panas Tersebar di Sejumlah Daerah

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalsel menunjukkan bahwa berdasarkan pantauan Satelit NOAA20, terdapat 35 titik panas. Satelit SNPP mendeteksi 17 titik panas, sedangkan Satelit Modis menemukan 11 titik api dengan tingkat kepercayaan rendah hingga tinggi. Sebaran titik api terbanyak berada di Kabupaten Kotabaru (13 titik) dan Tabalong (12 titik). Adapun di Hulu Sungai Selatan terdapat sembilan titik panas, Banjar tujuh titik, Tapin dan Tanah Bumbu masing-masing enam titik, sedangkan Balangan dan Tanah Laut empat titik.

“Peta sebaran ini penting bagi kami untuk menentukan prioritas lokasi penanganan, terutama di daerah yang sulit dijangkau,” jelas Rifai.

Helikopter Water Bombing dan Satgas Darat Bergerak Serentak

Dua helikopter jenis MI-8T dan MI-17-1V/VN-8414 dikerahkan setiap hari untuk melakukan puluhan kali pemadaman dari udara. Strategi water bombing ini sangat membantu menjangkau kawasan yang tidak bisa diakses tim darat. Sementara itu, Satgas darat yang terdiri dari gabungan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan, berfokus pada pemadaman titik-titik api yang dekat dengan permukiman.

“Koordinasi yang baik antara Satgas darat dan udara sangat penting agar pemadaman lebih efektif. Kita terus lakukan evaluasi harian agar penanganan bisa lebih cepat,” tambah Rifai.

Karhutla Lebih Terkendali Berkat Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Rifai menjelaskan bahwa salah satu faktor yang membuat jumlah titik api berkurang adalah kondisi “kemarau basah” tahun ini. Hujan yang masih turun di beberapa wilayah Kalsel membantu mengurangi risiko karhutla meluas. Selain itu, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah juga ikut mendukung.

BPBD Kalsel juga aktif melakukan sosialisasi pencegahan kepada warga, terutama di daerah rawan kebakaran. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan tetap waspada terhadap potensi kebakaran,” ujarnya.

Imbauan Cuaca dan Kerja Sama Mitigasi

BPBD Kalsel mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi hujan sedang yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada siang hingga sore hari. Imbauan ini bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi yang telah dijalankan BPBD bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Kami telah menjalin kerja sama dengan BMKG untuk memantau kondisi pra-bencana agar masyarakat mendapat informasi lebih cepat dan bisa melakukan langkah pencegahan lebih dini,” jelas Rifai.

Dengan kombinasi kerja cepat Satgas darat, dukungan helikopter water bombing, kondisi cuaca yang relatif bersahabat, serta peran aktif masyarakat, BPBD Kalsel berharap karhutla di tahun 2025 ini dapat ditekan seminimal mungkin sehingga tidak menimbulkan kerugian besar bagi lingkungan dan masyarakat.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *